Ciri-Ciri Anak Autis

Ciri-Ciri Anak Autis – Telah jadi keharusan tiap-tiap orang-tua untuk ketahui sistem tumbuh kembang anak. Karenanya sebaiknya, apabila Anda mengetahui tanda-tanda anak autis yang biasanya berlangsung. Hingga jika anak Anda mempunyai tanda autis, Anda tetaplah dapat mengoptimalkan pertumbuhannya. Tersebut tujuh tanda-tanda autisme yang dapat Anda deteksi pad anak.

Ciri-Ciri Anak Autis

Masalah Kekuatan Sosial

Autisme terkait dengan masalah kekuatan sosial yang penderitanya berhubungan berlainan dengan orang biasanya. Pada tingkat tanda enteng, tanda-tanda autisme yang keluar yaitu terlihat canggung waktu terkait dengan orang yang lain, keluarkan komentar yang menyinggung orang yang lain, serta terlihat terasing waktu berkumpul dengan orang yang lain. Pasien autis dengan tingkat tanda autis yang kronis umumnya tidak sukai berhubungan dengan orang yang lain. Mereka juga relatif hindari kontak mata1. Pada anak-anak, tanda autis berbentuk masalah kekuatan sosial ini bisa tampak dari ketidaktertarikannya pada permainan dengan dan susah sharing serta bermain dengan bertukaran2.

Kesusahan Berempati

Begitu susah untuk anak pasien autisme untuk mengerti perasaan orang yang lain, hingga mereka tidak sering berempati pada orang yang lain. Mereka juga susah mengetahui serta mengerti bhs badan atau intonasi bicara. Waktu bicara dengan orang yang lain, komunikasi relatif berbentuk satu arah karna mereka semakin banyak membahas dianya. Untungnya, kekuatan berempati ini bisa dilatih serta bertambah bila mereka teratur diingatkan untuk belajar memperhitungkan perasaan orang lain1.

Tidak Sukai Kontak Fisik

Tidak seperti anak beda biasanya, beberapa anak pasien autisme tidak suka pada bila mereka disentuh atau dipeluk. Tetapi, tidak semuanya tunjukkan tanda yang sama. Beberapa anak dengan autisme seringkali serta suka memeluk mereka yang dekat dengannya1.

Tidak Sukai Nada Keras, Sebagian Aroma, serta Sinar Terang

Anak pasien autisme biasanya terasa terganggu dengan nada keras yang mencengangkan, perubahan keadaan sinar, serta perubahan suhu yang mendadak. Dipercaya kalau yang buat mereka terasa terganggu yaitu perubahan mendadak, hingga mereka tidak dapat menyiapkan diri terlebih dulu. Untuk anak-anak dengan autisme, memberitahukan mereka mengenai suatu hal yang juga akan berlangsung nyatanya berguna untuk mereka1.

Masalah Bicara

Tanda-tanda autisme dapat pula Anda deteksi dengan ketahui kekuatan bicara pada anak. Di ketahui kalau 40% dari anak-anak dengan autisme tidak bisa bicara atau cuma bisa mengatakan sebagian kata saja. Sekitaran 25-30% bisa mengatakan sebagian kata pada umur 12-18 bln., tetapi selanjutnya kehilangan kekuatan bicara. Sedang bekasnya baru bisa bicara sesudah agak besar. Intonasi pasien autisme waktu bicara umumnya relatif datar serta berbentuk resmi. Mereka juga sukai mengulang kata atau frase spesifik, atau di kenal jadi echolalia1.

Sukai Aksi Berulang

Anak autis suka pada hal yang pastinya hingga mereka nikmati lakukan kebiasaan yang sama terus-terusan atau seringkali bertindak yang berkali-kali. Ada perubahan pada kebiasaan keseharian juga akan merasa begitu mengganggu untuk mereka1. Aksi yang berulang ini bisa beragam serta di kenal jadi stimulating activities (stimming), dan umumnya jadi satu obsesi sendiri untuk pasien autisme2.

Perubahan Tidak Seimbang

Perubahan anak biasanya berbentuk seimbang, berarti perubahannya mencakup banyak aspek serta bertahap. Demikian sebaliknya, perubahan pada anak-anak autis relatif tidak seimbang : perubahan di satu bagian berlangsung secara cepat tetapi terhalang di bagian yang lain. Jadi contoh, perubahan kekuatan kognitif berlangsung dengan cepat tetapi kekuatan bicara masih tetap terhalang atau perubahan kekuatan bicara berlangsung dengan cepat tetapi kekuatan motorik masih tetap terhalang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *